Puisiku

Syawal

7/21/2017 06:41:00 PM



Sungguh, aku begitu malu
Pada deretan aksara yang kian retak
Pada gemuruh sesal yang memaksa menyeruak
Pada berpasang mata jeli
Yang kutahu satu dua menyimak untaian huruf-huruf ini
Pada jemari, lidah, dan seluruh anggota tubuhku sendiri
Yang terlalu cepat melontarkan sesuatu tanpa penyaring
Hingga tak jarang banyak hati teriris perih

Sisanya,

Aku malu pada Tuhanku
Yang masih memberi udara setiap pagi
Bahkan tanpa aku minta sebelum terlelap
Yang masih memberi rezeki dari banyak cara
Bahkan tanpa aku pinta dalam munajat

Sungguh, aku malu sekali
Ramadan berlalu bak pemburu saru
Entah wajah apa yang akan kubawa esok pada Tuhanku
Tak pantas rasanya terlalu bersuka cita di hari kemenangan
Sedang dosa-dosaku tak kutahu pasti
: terkikis ampunan, atau
Justru makin marak tersebab dada yang tak lapang

Maka semoga saja,
Allah terima amalan-amalan kita
Allah curahkan maghfirah-Nya tanpa jeda
Dan Allah ridhai setiap persinggungan kehidupan

Maka, padamu
Duhai teman-teman yang sedang membaca
Maafkan aku
Maafkan aku
Sungguh, maafkan aku
Untuk setiap prasangka, kata, dan tingkah
Yang kutahu pasti, pernah barang sekali, mengiris ulu hatimu

Mari saling berlapang-lapang :"
.
.
.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Happy ied mubarak! 😊

(mumpung masih syawal)



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)