My Days

Malu

7/22/2017 09:36:00 AM



Belakangan ini, saya menemukan akun-akun instagram muslimah kece. Ada aktivis yang jago buat mograf (motion graphic) sekaligus punya skill nulis yang keren. Otak kanannya encer banget dah.

Ada juga muslimah-muslimah kandidat PhD yang kuliah sambil mengasuh anak. Mbak, kamu super sekali.

Belakangan bahkan nemu sekumpulan muslimah yang peduli sama Palestina, dengan taglinenya: it's not happening here, but it's happening now.

Ada lagi seorang kakak mamah muda yang udah punya yayasan sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu yang cabang sekolahnya mulai banyak. Kerennya~

Belum lagi ketika daftar belajar tahsin di sebuah ma'had, saya terkesima dengan banyaknya muslimah yang daftar dan ikut tes. Ga nanggung, yang udah emak-emak juga banyak. Masya Allah.

Makin malu ketika saya masih di level 2, sedangkan ada temen yang saya kenal udah level 5. Allah... Keren banget. Udah di level 5, tapi ketika saya minta sample suaranya untuk skripsi saya, dia masih aja ngakunya kurang berkafa'ah. Masya Allah. Kalau beliau kurang berkafa'ah, saya ini apa lagi. Remah-remah rengginang di sela tutup khong g*an?

Di tengah gegap gempitanya kehidupan kota yang gemerlap dan kehidupan kampung yang degradasi moralnya semakin terasa, ternyata masih ada muslimah-muslimah aktif kreatif inovatif dan semangat mengisi harinya dengan ilmu-amal bermanfaat.

Ah, Allah~
Aku merasa semakin tak ada apa-apanya. Semoga aku bisa jadi salah satu dari mereka.

©idamysari  | 170722



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)