Surat

Untuk Tya

3/21/2017 10:17:00 PM

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Munaafiqun : 11)

* * *



Untuk Tya.

Hampir tengah malam kemarin, Kakak mendapat berita bahwa kau mengalami kecelakaan dan dilarikan ke RS, Dik. Tak ada berita yang jelas tentang kronologisnya. Kakak coba mencari tahu kontak teman yang menemanimu di RS, tapi tak cukup serius usaha itu. Hanya berakhir dengan rencana menjengukmu keesokan hari bersama teman2.

Ba'da Subuh pagi tadi, tanpa firasat apapun, Kakak hanya berkaca-kaca pada ayat di atas. Cukup lama termenung, sama seperti merenungi ayat-ayat yang menyayat hati lainnya. Tanpa firasat apapun.

Ba'da tilawah, mode pesawat HP, Kakak non-aktifkan. Dan masuklah semua berita bahwa kau telah pulang mendahului kami, Dik.

Kakak tidak menangis. Kadang kesedihan mendalam tak menyisakan bahkan sepatah kata dan sebulir air mata. Tapi kala mendekap teman2 selingkaranmu ba'da menshalati jenazah, dada Kakak sesak dan tumpah semua isak.

Satu setengah tahun dalam lingkaran tentu saja meninggalkan kesan yang tak sedikit. Tentang kau dan kegigihan, semangat, keuletan, kecerdasan, kejujuran, tanggung jawab dalam melaksanakan amanah, serta semua haru biru canda tawa yang pernah kita lewati bersama.

Beberapa pekan lalu di lingkaran, kita bahas tentang kematian dan proses hingga surga-neraka. Hari ini, kau yang duluan menjalaninya, Dik. Bagaimana rasanya? Sudikah kau ceritakan di lingkaran kita pekan ini? 😢

©idamysari | 21/3/17



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)