My Days

Terlambat

3/13/2017 02:54:00 PM



Setelah empat tahun lebih, saya baru bisa mengerti kata-kata yang tertulis di cover buku pembina saya dahulu : "Hanya hati yang bisa menyentuh hati."

Sejatinya, tak ada kata terlambat mengerti dalam hidup. Sebab hidup adalah sebuah proses belajar tanpa henti. Yang jika suatu ilmu tak kita pahami hari ini, bukan berarti ilmunya yang salah. Kitalah yang kurang mampu memahami bahwa ilmu itu milik Allah, maka Allah lah yang punya hak mutlak untuk 'menitipkan' pemahaman ilmu itu ke kita atau tidak sama sekali.

Satu hal yang saya ambil pelajaran. Untuk menjadi seorang pembina yang melibatkan hati dan bisa menggerakkan hati lain, ternyata bukan dari indahnya diksi yang disampaikan. Tapi dari cermin kedekatan dan keyakinan pada Allah, kesadaran tinggi untuk selalu rendah hati, dan kemauan keras untuk terus belajar.

Belajarlah pada Rabb secara langsung, pada buku-buku, pada guru, pada situasi sekitar, pada setiap orang yang kita temui.

Maka, hanya dengan izin-Nya saja, diksi yang kita sampaikan dengan hati, bisa 'merembes' ke hati pula. Dan basahlah ia dengan cinta.

Biar terlambat, asal pelajarannya tepat, bukan? 

:)

©idamysari



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)