My Days

Dari Rumah

1/10/2017 08:49:00 PM

"Da, gimana kita mau tinggalin fakultas kalau belum ada yang bisa jadi kakak disana. Kenapa-kenapa yang dicari masih kita. Padahal kita sudah jarang di kampus."

Itu cerita salah seorang teman. Sebut saja namanya Masa. Sebab memang itulah namanya, dalam bahasa lain.

Menurut Masa, jiwa kakak itu tidak hadir begitu saja. Harus ada kesadaran dari diri kita sendiri untuk bisa jadi karakter kakak bagi adik-adik. Bagaimana cara kita mengayomi adik-adik, itu semua Masa dapat dari rumah. Jadi, pembentukan karakter itu, paling banyak didapat dari rumah.

Aku cuma bisa ngangguk sambil sesekali menimpali.

Sosok kakak yang satu ini (baca: Masa) memang luar biasa. Tak jarang aku dengar adik-adiknya berkata, "Kata kak Masa.. Kata kak Masa.."

Masa, sebelum mengenalmu, aku menyimpan tanya : seberapa besar comotan jiwa yang kau berikan, hingga bisa tumbuh namamu dalam hati mereka?

Namun, sekarang aku tahu. Kau dapat semua dari rumah. Jadi sedikit menyesal, mengapa menolak tawaran untuk menginap di rumahmu kemarin malam. Kalau tidak, mungkin aku bisa mengintip sedikit rahasia rumahmu.

Masa, jika kau baca ini (katamu kau pernah baca blogku), semoga kau tidak terkejut dan beranggapan ini sebuah ghibah. Kumohon, pahamilah. Sebab aku suka menulis tentang orang-orang luar biasa dan memperkenalkan mereka pada dunia. :)



Teman main Masa,


Ida MAyaSAri



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)