Puisiku

Hujan Bulan Juni dan Sebuah Kontemplasi

12/23/2016 07:13:00 PM

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(Sapardi Djoko Darmono)

***

Allahumma shayyiban naafi'an.
Semoga masih bisa menikmati hujan esok hari, bersamamu.
Skripsi.

sumber foto


Salam hujan,


teman sang hujan
Ida Mayasari



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)