little notes

Tiba-Tiba Aku Rindu

7/15/2016 11:52:00 PM

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Masih teringat kala itu, tahun pertama masa perkuliahan. Kau dan aku bergabung dalam lingkaran cinta kita. Hingga hanya tersisa aku dan kau yang kini masih bersama. 

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Masih jelas dalam memoriku. Setahun yang lalu, dalam dauroh sepuluh hari itu. Ada yang bilang, kita belum mengenali seseorang hingga kita bermalam bersamanya. Dan tak ada yang berubah darimu. Kau tetaplah dirimu yang aku kenal bahkan sebelum menginap itu.

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Aku belajar banyak dari dirimu. Kau jelas lebih berpengalaman soal wirausaha dibanding aku. Dahulu aku malu-malu ketika mulai menjajakan jualan. Tapi ceritu berjualanmu dahulu begitu menyentuh hingga egoku mulai luruh.

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Jelas kejadian yang satu ini tak akan bisa aku lupakan seumur hidupku. Ketika itu, kita tak tahu harus mencari uang kemana untuk bisa 'survive' di akhir dauroh sepuluh hari. Lalu, dengan malu-malu kita datangi rumah makan itu. Menawarkan diri mencuci piring untuk diupah seikhlas hati oleh pemiliknya. Maka saat itu aku benar ingin memelukmu penuh dan menangis haru. Baru kali itu aku menemukan teman seperjuangan yang mau melewati masa sulit bersama.

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Karakter dirimu dan diriku kadang sama, namun tetap berbeda. Maka, kadang juga terjadi perselisihan di antara kita. Maafkan si bungsu ini yang sering merepotkanmu, si sulung. Tapi kumohon, biarkan aib-aibku itu hanya kau yang tahu. Tolong tunjukkan kesalahanku dengan bahasa hatimu.

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Apakah kau menggumam, kenapa aku tiba-tiba jadi baper begini. Sebab aku mencintaimu karena Allah, Sahabatku. Jika yang lain bisa begitu terangnya menyatakan cinta pada saudarinya, maka tidak denganku dan kau. Begitulah nasib anak keras kepala seperti kita. Peduli tapi enggan mengungkapkan isi hati.

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku. Semoga kau juga mengingat momen-momen itu dan bisa membantuku menyebutkan lagi momen berkesan lainnya satu per satu. Agar semakin menghujam ukhuwah kita. Agar bisa aku menemukanmu dan kau menemukanku di jannah-Nya kelak. 

Tiba-tiba aku merindukanmu, Sahabatku.
Semoga kau juga begitu.

foto dari gaulfresh.com



Untukmu Sahabatku, Atika Rahayu

Dari aku yang tengah merinduimu, 



Ida Mayasari
15/7/16, tengah malam syahdu



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

0 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)