Puisiku

Cinta dan Prasangka

5/24/2016 07:41:00 AM

foto dari www.la-lights.com


Mungkin beginilah hidup memberi kita hikmah.
Dulu gerbong yang kita naiki sama.
Tempat duduk kita juga bersebelahan.
Bermain selalu bersama.
Lalu waktu memisahkan.
Beberapa kita di gerbong satunya.
Beberapa yang lain masih di gerbong lama.
Teman duduk kita kini berbeda.
Tak ada lagi kejar-kejaran ceria.
Tak ada lagi senda gurau tawa canda yang dulu kita punya.
Bahkan saling mengunjungi pun kita tak hendak.
Yang satu berpikir mereka sudah berbeda, lupa rumah asalnya.
Sedang yang pergi berpikir, segannya bertandang ke sana.

Mungkinkah ini cinta?
Tapi terbalut buruknya prasangka
Lalu segenggam akar terbagi dua

Oh, prasangka.



Medan, 13 Mei 2016, tengah malam


Ida Mayasari



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

2 komentar

  1. dua gerbong berbeda dikereta yang sama
    sekali kali mereka tidak akan salah arah
    karena beraarah pada laju kereta tetap pada tujuan sama.
    kecuali yang sengaja turun distasiun yang bukan akhir perjalan.

    tapi ini tetaplah kereta.
    itu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap, ustadz.
      maka mungkin beginilah hidup memberi kita hikmah.

      Delete

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)