Puisiku

Ratapan Alam

3/02/2016 08:33:00 PM

Ini puisi waktu tahun 2010 (SMA kelas 1) aku ikut lomba mengarang puisi antar SMA se-kotaku. Kisah tentang lomba ini sempat aku ceritain sedikit di postingan yang satu ini. Setelah bertahun-bertahun merasa kehilangan puisi ini, akhirnya aku menemukannya. Dan inilah dia. Jeng jeng jeeeeng!!



Akulah alam
Yang kini tengah berdarah
Rintikkan kesedihan
Meronta mohon pertolongan

Dahulu…
Sungaiku alirkan kemurnian
Pancarkan keelokan
Ikan berenang hilir-mudik
Jernih riak air berisik

Dahulu…
Hutanku hijau lebat
Bagai indahnya permadani terhampar
Insan bumi masih bersahabat
Bebaskan aku hidup sehat

Tapi, kini…
Sungaiku penuh sampah dan limbah
Hutanku bukan lagi permadani indah
Bahkan akarnyapun tiada
Gas kelabu racuni kota
Menyesakkan paru-paru dan dada
Sang surya bak dijunjung
Teriknya sampai ke ubun-ubun

Akulah alam
Yang kini tengah murka
Pada manusia yang jahil tangannya

Ku tumpahkan bah
Ku longsorkan tanah
Ku tuangkan larva

Bilakah kau sadar wahai manusia?
Itu teguran yang Pemilik Bumi sampaikan
Agar tiada nanti penyesalan
Di ujung tanduk kehidupan


can you find me?


Salam Semangat, Readers :)




Ida Mayasari



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

3 komentar

  1. Bakat menulis puisinya luar biasa. Terus poles dengan banyak membaca. Keren. Keep reading. Keep writing. Keep posting. #SalamAKUBISA

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih banyak, mas :) #SalamAKUBISA

      Delete
  2. Bakat menulis puisinya luar biasa. Terus poles dengan banyak membaca. Keren. Keep reading. Keep writing. Keep posting. #SalamAKUBISA

    ReplyDelete

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)