Puisiku

Menawar Kebisuan

3/15/2013 06:18:00 PM

Lama sudah tak kata kau
Aku menggamit resah terlalu parah
Entah kenapa hanya kau yang terang
Entah kenapa pada kau aku menengadah
Menawarkan segenggam kebisuan penuh tanya
Memberi sekotak kode tak terpecahkan


Dan kau tetap tak bersuara
Kau tetap tak memberi arah kembali sejelas
yang mereka surati
Sedang bunga harapan bertumbuh di sanubari
Siap mekar dan belum bersedia mati

Entah siapa aku di masa depan
Entah siapa kau di mataku nanti
Entah bagaimana nasib bunga harapku nanti
Terlalu banyak entah di sana-sini

Dan aku masih menawar kebisuan
Akan tetap terbisu sampai suatu hari
Kedua mata ini siap menembus
Sinar matamu
Sampai suatu ketika
Segenap hati ini siap dimiliki
Olehmu, hanya olehmu



Medan, 15 Maret 2013, 18:17 WIB

Ida Mayasari



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

2 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)