Puisiku

Dekap Hangat Pagiku yang Dingin

2/11/2012 10:42:00 AM

Aku jatuh dan bangkit dengan merintih
Melawan derasnya air yang mengaliri pipiku
Menahan detik yang kikiskan semangatku

Kaupun datang dengan wajah cemas
dan gelisah
Lalu tangismu pecah di atas pagi yang dingin
Menambah luka kaku hatiku yang beku

Yakinlah, Aku sehat, Ibu
Jangan khawatirkan aku

Telapak kecilku tepiskan bulir hangat air matamu
Dan kau berkata
"Aku tak sanggup jika harus kehilanganmu"

Tak tahan aku dengar katamu
Aku terisak dalam dekapmu
Detak jantung dan detik jam dinding jadi saksi
Betapa kau mencintaiku
Lebih dari aku mencintaimu



*terinspirasi dari tweet teman*



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

6 komentar

  1. begitula kasih itu sepanjang masa, mari membahagiakan ibu kita, nice poem saya suka..salam kenal, salam bloofers

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kasih ibu tiada tara :)

      salam kenal juga. salam bloofers....
      :D

      Delete
  2. blogwalking.. salam kenal :)
    puisinya bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga, kakak :)

      terima kasih :D

      Delete

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)