little notes

si Kecil dan si Pencuri

9/30/2011 10:11:00 PM

Aku menjadi kelabu melihat sesosok wanita memasuki pintu kelas kami yang riuh. Kami semua bergumam pasti ini akan menjadi dua les yang membosankan bersama wanita ini. Di tengah celotehannya, muncul seorang lelaki kecil menghampirinya. Wajahnya oval, rambutnya lurus dan lebat, dengan sepasang lensa tergantung di depan matanya.

Aku terpana. Wajahnya begitu familiar di benakku. Aku seperti mengenalinya. Ia melangkah santai menuju meja guru dan berdiri di samping ibunya. Ah, dia memang tak asing lagi. Kuputar slide wajah-wajah orang yang kukenal di pikiranku. Slide tersebut berhenti pada sosok lelaki kurus berkacamata yang sedang duduk di bangku kelas sosial di sekolah yang sama denganku. Dia yang dari dulu sampai sekarang masih mencuri titik paling sensitif dari tubuh kecil ini.

Lelaki kecil itu lincah memainkan telepon genggamnya. Aku masih tersenyum riang melihat kelakuannya. Keidentikan "Si Kecil" dan "Si Pencuri" itu membuatku terbang selama dua les pelajaran tersebut. Titik paling sensitifku berdehem lalu berbisik pelan, "Sering-sering saja ikut ibumu mengajar, Adik kecil."




Ida Mayasari :)



Share postingan ini jika kamu anggap bermanfaat! :)
Klik kanan pada icon social media di bawah ini, pilih open link in new tab/window!

You Might Also Like

2 komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)